Senin, 30 September 2019

ISLAM BUKAN AGAMA RADIKAL, ARTI ISLAM, KARAKTERISTIK ISLAM


Tanggapan saya mengenai pandangan orang2 bahwa islam adalah radikal :

Radikalisme sama sekali tidak diajarkan dalam islam dan merupakan perbuatan tercela yang dilarang oleh syariat. Islam yang sebenarnya merupakan agama yang bertujuan menyabarkan kasih sayang dan kebaikan untuk umat manusia. Kata Ustadz Mutiara " kita hanya memberikan pesan dakwah dan dapat pahala. Didengar atau tidak itu bukan urusan kita. Allah lebih punya kuasa ". Dalam surat Al-Ghasyiah ayat 21-22 yang artinya "  berilah peringatan, kamu hanyalah pemberi peringatan, kamu bukanlah pemaksa atas diri mereka ". Jadi jika ada seseorang atau kelompok yang membunuh orang mengatasnamakan jihad, itu adalah hal yang salah dan bukan ajaran islam karena islam menyampaikan dakwah dengan damai dan santun adalah jalan jihad yang sebenarnya.

1. Arti Islam..
2. Karakteristik Islam..


1. „Islam secara etimologis berasal dari akar kata kerja „salima‟ yang berarti selamat, damai, dan sejahtera, lalu muncul kata „salam‟ dan „salamah‟. Dari „salima‟ muncul kata „aslama‟ yang artinya menyelamatkan, mendamaikan, dan mensejahterakan. Kata „aslama‟ juga berarti menyerah, tunduk, atau patuh. Dari kata „salima‟ juga muncul beberapa kata turunan yang lain, di antaranya adalah kata „salam‟ dan „salamah‟ artinya keselamatan, kedamaian, kesejahteraan, dan penghormatan, ‘taslim‟ artinya penyerahan, penerimaan, dan pengakuan, „silm‟ artinya yang berdamai, damai, „salam‟ artinya kedamaian, ketenteraman, dan hormat, „sullam‟ artinya tangga, „istislam‟ artinya ketundukan, penyerahan diri, serta „muslim‟ dan „muslimah‟ artinya orang yang beragama Islam laki-laki atau perempuan (Munawwir, 1997: 654-656).

2. Karakteristik Islam berdasarkan beberapa ayat al-Quran adalah: 
1. Agama Islam sesuai dengan fitrah manusia. Artinya, agama Islam
1) mengandung petunjuk yang sesuai dengan sifat dasar manusia, baik dari aspek keyakinan, perasaan, maupun pemikiran, 
2) sesuai dengan kebutuhan hidup manusia,
3) memberikan manfaat tanpa menimbulkan komplikasi, dan 
4) menempatkan manusia dalam posisi yang benar. 
Hal ini ditegaskan dalam alQuran surat al-Rum (30): 30: 
Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. al-Rum [30]: 30). 
 2. Ajaran Islam sempurna
 (QS. al-Maidah [5]; 3). Artinya, materi ajaran Islam berisi petunjuk-petunjuk tentang seluruh aspek kehidupan manusia. Petunjuk itu ada yang disebutkan secara eksplisit oleh al-Quran dan hadis, dan ada yang disebutkan secara implisit. Tidak ada satu pun masalah yang tidak diatur dalam Islam melalui sumber utamanya, al-Quran (QS. al-An’am [6]: 38). 
3. Kebenaran ajaran Islam adalah mutlak.
 Kebenaran ajaran ini karena bersumber dari al-Quran (dari Allah) dan sunnah/hadis (dari Nabi Muhammad saw.). Kebenaran ini dapat pula dipahami melalui bukti-bukti material maupun bukti-bukti nyata yang ada di dunia (QS. al-Baqarah [2]: 2). 
4Mengajarkan keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan.
 Meskipun alQuran menekankan bahwa tujuan utama hidup manusia di dunia ini untuk beribadah kepada Allah, namun al-Quran juga mengajarkan bahwa urusan dunia harus diperhatikan, mengingat kehidupan dunia ikut menentukan keberhasilan manusia di akhirat kelak (QS. al-Qashash [28]: 77). 
5. Ajaran Islam fleksibel dan ringan.
 Artinya, ajaran Islam tidak akan membebani manusia untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Islam mempertimbangkan kondisi masing-masing individu dalam menjalankan aturannya dan tidak memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu di luar batas kemampuannya (QS. al-Baqarah [2]: 286). 
6. Ajaran Islam berlaku secara universal, 
yakni berlaku untuk semua umat manusia di dunia ini dan berlaku hingga akhir masa (QS. al-Ahzab [33]: 40). 
7. Ajaran Islam sesuai dengan akal fikiran manusia dan memotivasi manusia untuk menggunakan akal fikirannya 
(QS. al-Mujadilah [58]: 11). 
8. Inti ajaran Islam adalah tauhid dan seluruh ajarannya dalam rangka mendukung ketauhidan tersebut
 (QS. al-Baqarah [2]: 163; QS. al-Ikhlash [112]: 1-4). 
9. Ajaran Islam adalah rahmatan lil‟alamin, yakni memberikan kasih sayang terhadap seluruh umat manusia di dunia ini
 (QS. al-Fath [48]: 4). Misi utama kehadiran Nabi Muhammad adalah dalam rangka itu (QS. al-Anbiya’ [21]: 107).

Menurut Muhammad Yusuf Musa (1988: 14-42) ada  sembilan karakteristik Islam yang tidak akan ditemukan pada agama-agama lain di muka bumi ini. 
1. Islam mengajarkan kesatuan agama.
 Artinya, seluruh ajaran agama Islam yang diturunkan oleh Allah kepada para nabi/rasul-Nya menyatu ke dalam ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw.
 2. Islam mengajarkan kesatuan politik. 
Artinya, Islam mempersilahkan penganutnya untuk membentuk kelompok atau organisasi dengan berbagai kepentingannya masing-masing. Namun demikian, yang harus menjadi tujuan utama dari kelompok-kelompok itu adalah untuk menegakkan agama Islam. 
3. Islam mengajarkan kesatuan sosial. 
Artinya, Islam tidak membedakan latar belakang sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat, baik keturunan, ras, gender, warna kulit, maupun hal lain. Yang membedakan manusia di hadapan Allah Swt. hanyalah ketakwaannya (QS. al-Hujurat [49]: 13).

 4. Islam merupakan agama akal dan pikiran. 
Artinya, semua ajaran Islam sangat rasional dan dapat diterima oleh akal atau pikiran manusia. Tidak ada satu pun ajaran Islam yang bertentangan dengan akal manusia, meskipun banyak manusia yang tidak bisa menerima ajaran rasional Islam ini karena keterbatasan ilmu yang dimiliki dan karena kebodohannya. 
5. Islam adalah agama fitrah dan kejelasan
Artinya, seluruh ajaran Islam sesuai dengan potensi-potensi bawaan manusia yang sudah ada sejak dilahirkan oleh sang ibu. Semua ajaran Islam juga memberikan kejelasan dalam setiap aspeknya. Hal-hal yang tidak jelas atau masih menimbulkan keraguan harus ditinggalkan. 
6. Islam adalah agama kebebasan dan persamaan. 
Artinya, Islam benar-benar memberikan ajaran pembebasan dari belenggu kejahiliahan dan perbudakan sesama manusia (makhluk). Islam tidak membiarkan adanya perbudakan dan penindasan sesama manusia. Islam juga memberikan aturan yang sama kepada semua umatnya. Islam tidak membedakan kesempatan untuk meraih kebaikan dan prestasi yang terbaik. Konsep Agama Islam 53 
7. Islam adalah agama umat manusia seluruhnya. 
Artinya, Nabi Muhammad saw. membawa Islam untuk seluruh umat manusia di muka bumi ini. Dari manapun datangnya, ketika seseorang memeluk Islam berarti ia telah menjadi umat Nabi Muhammad saw. (umat Islam). 
8. Islam tidak memisahkan urusan agama dan negara.
 Artinya, Islam tidak memisahkan secara khusus masalah-masalah negara (urusan keduniaan) dengan masalah-masalah agama. Kedua masalah itu saling terkait dalam Islam. Islam bukan agama sekuler dan tidak menerima sekularisme, suatu paham yang memisahkan urusan agama dari negara. 
9. Islam menetapkan hak-hak asasi manusia.
 Seluruh hak asasi manusia dijamin dalam islam, begitu juga kewajiban-kewajibannya diatur oleh Islam. Melalui al-Quran bisa dilihat ketentuan-ketentuan mengenai hak asasi manusia tersebut.


Kamis, 26 September 2019

TAHAP PEMBENTUKAN KELOMPOK (matkul. PSI.INDUSTRI DAN ORGANISASI)





Pembentukan kelompok tidak terjadi begitu saja. Kelompok terbentuk secara bertahap. Tahap-tahap dalam pembentukan kelompok ada 5 yaitu membentuk (forming stage), mempeributkan (storming stage), menyusun norma (norming stage), mengerjakan (performing), dan membubarkan (adjourning stage). Dalam bahasa inggris tahapan ini disebut sebagai five-stage group development.

Berikut tahap-tahapnya :

1.      Tahap Membentuk (forming stage)

Forming merupakan tahap awal dalam pembentukan kelompok. Dalam tahap ini anggota masih belum memahami satu sama lain, belum terbentuknya kepercayaan antara anggota kelompok, dan belum memahami jelas tujuan kelompok dan perannya di dalam kelompok. Maka dari itu dalam tahap awal ini dilakukan pengenalan. Tahap ini akan berakhir ketika para anggota sadar bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok.

2.      Tahap Mempeributkan (storming stage)

Tahap ini ditandai dengan adanya konflik di dalam kelompok. Adanya kecenderungan idividualitas pada anggota untuk menonjolkan dirinya dan saling mendominasi menyebabkan konflik yang mengacu pada siapa yang akan mengendalikan kelompok . Apabila tahap ini selesai maka akan terbentuk hierarki kepemimpinan yang jelas. Namun jika tahap ini tidak selesai maka akan mengalami kegagalan.

3.      Tahap Menyusun norma (norming stage)

Tahap ini ditandai dengan adanya perkembangan hubungan yang semakin erat antar anggotanya sehingga terciptanya kekompakan dalam kelompok, kerja sama, dan rasa tanggung jawab. Mereka bisa menghargai satu sama lain dan mulai berpikir sebagai ‘kita’ daripada ‘saya’.

4.      Tahap Mengerjakan (performing)

Dalam tahap ini ditandai dengan adanya  peningkatan dan pertumbuhan (refinement & growth) dalam kelompok sehingga kelompok akan bertumbuh. Para anggotanya sudah memahami satu sama lain dan memahami tugas-tugasnya sehingga para anggota bisa mengerjakan tugasnya masing-masing.

5.      Tahap Membubarkan (adjourning stage).

Dalam tahap ini kelompok membubarkan diri karena tujuan kelompok sudah terpenuhi. Beberapa aggota ada kelompok yang bersenang-senang atas pencapaian kelomponya, ada juga yang sedih karena harus berpisah.

Selasa, 24 September 2019

MENGATASI AKIBAT NEGATIF SAINGAN ( PSI. INDUSTRI DAN ORGANISASI )

"Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, ubahlah perilaku Anda. Tetapi bila Anda menginginkan perubahan yang besar dan mendasar, ubahlah pola pikir Anda."
- Stephen Covey..
Bagaimana  memulainya ?
Merubah pola pikir dimulai dari hal kecil dulu yaitu mencoba berpikir positif. Misalnya dari "saya tidak bisa" menjadi "saya pasti bisa". Jangan takut akan kegagalan dan jadikanlah kegagalan sebagai pelajaran untuk memperbaiki kesalahan. Bekerja keras, sabar, dan pantang menyerah. Berpikir optimis "saya akan sukses" karena usaha tidak pernah meengkhianati hasil. Lalu mulailah berpikiran secara terbuka dan kritis. Mau menerima masukan dari orang lain


Dunia kerja tidak terlepas dari yang namanya persaingan. Persaingan berperan penting dalam perkembangan dunia usaha, karena para pekerja berlomba-lomba berusaha memberikan hasil terbaik dan menyingkirkan pesaingnya. Sisi positif dalam persaingan di dunia kerja adalah para pekerja dituntut untuk menciptakan inovasi-inovasi baru bagi dunia kerja, serta meningkatkan pelayanan kepada konsumen secara lebih baik. Namun, dibalik itu persaingan juga memiliki sisi negatif salah satunya adalah tekanan yang berasal dari lingkungan kerja sehingga menimbulkan gangguan kecemasan seperti stres. Stres ini dapat berakibat pada penurunan semangat kerja para karyawan sehingga kuliatas kerja mereka ikut menurun. 

Menurut Robbins dan Judge konflik merupakan suatu proses yang dimulai ketika satu pihak merasa bahwa pihak lain telah mempengaruhinya secara negatif pada sesuatu yang akan dilakukan atau menjadi perhatian si pihak pertama.  Dalam konflik menurut Robbins adanya dua orang yang berbeda pandangan sudah termasuk sebagai konflik, sehingga persaingan antar dua/lebih kelompok termasuk dalam pengertian konflik.

TEKNIK MENGATASI AKIBAT NEGATIF DARI SAINGAN

Kunci dasar dari mengurangi akibat negatif dari saingan adalah dengan dicapainya tujuan bersama yang dapat diterima oleh kelompok-kelompok yang bersaing dan melancarkan komunikasi antar kelompok. Schein ( 1980 ) mengajukan beberapa teknik dalam mengatasi akibat negatif dari saingan diantaranya :

1. Menemukan musuh bersama

Adanya teori identitas yang diajukan oleh Fincham dan Rhodes ( 1998 ) menyatakan bahwa para tenaga kerja bagian penjualan dan produksi memperoleh identitas mereka dari bagian masing-masing. Dengan memberikan mereka musuh bersama, mereka memperoleh identitas mereka dari perusahaan sebagai tenaga kerja dari suatu perusahaan ( misalnya Perusahaan Y ) dan identitas mereka bukan lagi sebagai tenaga kerja bagian penjualan dan bagian produksi. 

2. Pemimpin atau subkelompok dari kelompok-kelompok yang bersaing dibawa berinteraksi

Pemimpin atau wakil dari kelompok-kelompok yang bersaing memiliki wewenang atas kelompok mereka.  Adanya interaksi dan perundingan antar pemimpin atau subkelompok dari kelompok-kelompok yang bersaing bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama dan tujuan kompromi.

3. Menemukan tujuan yang mencakup ( superordinate )

Agar tujuannya tercapai, kelompok bersaing harus saling bekerja sama. Contohnya jika suatu perusahaan ingin membuat produk berupa pakaian murah dengan sasaran pasarnya adalah toko-toko dipinggir jalan. Maka harus terjalin kerja sama antara bagian produksi dan bagian penjualan demi mencapai tujuan bersama ( bukan tujuan masing-masing kelompok ).

4. Pelatihan antar kelompok melalui penghayatan-pengalaman ( experiential inter group training )

Dalam teknik ini, para kelompok yang bersaing dikumpulkan dan diminta untuk mengkaji perilaku mereka sendiri. Lalu masing-masing kelompok menulis persepsi tentang mereka sendiri dan persepsi mereka tentang kelompok lain. Kemudian hasil dari kelompok-kelompok tersebut dibahas lebih lanjut. Persepsi yang keliru dihilangkan dan hubungan di masa depan ditentukan bersama.


Senin, 23 September 2019

ORGANISASI DAN KELOMPOK KERJA

Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri. Dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya orang-orang akan saling berhubungan satu sama lain dalam suatu kelompok. Kelompok tersebut dinamakan kelompok sosial. Kelompok sosial atau group merupakan kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, terdiri dari dua individu atau lebih yang saling bergantung dan berhubungan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kelompok akan dikatakan kelompok jika memenuhi persyaratan diantaranya adalah adaya kesadaran dari setiap anggota kelompok bahwa ia merupakan bagian dari kelompok, adanya hubungan timbal balik antara anggota satu dengan yang lainnya, adanya suatu faktor besama yang menjadikan hubungan bertambah erat ( ideologi, tujuan yang sama, dll ), adanya struktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku bersistem dan berproses.

Seiring berjalannya tahun kita mulai memasuki kelompok sosial yang baru. Saat kita memasuki bangku sekolah maka kita akan berada pada kelompok sekolah/pelajar, setelah lulus dan menjadi mahasiswa kita berada pada lingkup kelompok mahasiswa, setelah bekerja kita kembali memulai lingkup baru di kelompok kerja.
Dari adanya kelompok-kelompok kerja maka akan memunculkan terbentuknya organisasi kerja atau organisasi industri. Organisasi merupakan sebuah wadah tempat berkumpulnya sekelompok orang yang bekerja sama secara rasional dan sistematis dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi industri terdiri dari kelopok-kelompok kerja yang berkaitan satu sama lain.

Proses terbentuknya organisasi industri dibagi menjadi dua cara, yaitu dengan perencanaan dan tanpa perencanaan. Proses terbentuknya organisasi industri dengan perencanaan adalah suatu proses pembangunan organisasi indutri dengan menyiapkan hal-hal seperti uang, peralatan, dan tempat, serta visi misi yang jelas dan terencana.  Contohnya, seorang pengusaha ingin membangun sebuah restoran makanan cepat saji. Beliau pun sudah menyiapkan banyak hal mulai dari dana, pekerja bangunan, peralatan, dan lokasi, serta motto/visi misi restoran yang akan dibangunnya jauh-jauh hari. Sedangkan Proses terbentuknya organisasi industri tanpa perencanaan adalah suatu proses pembangunan organisasi industri tanpa kesengajaan dan tidak terncana. Contohnya, Kak Lia yang hobi melukis baik itu di kanvas, sepatu, dan objek-objek lain sering mengunggah hasil karyanya di instagram. Lama-kelamaan followers di akun insatgramnya semakin banyak, dan tak jarang ia menerima pesanan dari orang-orang yang ingin membeli lukisannya. Dari situlah ia memulai usaha melukisnya sedikit demi sedikit.

Kelompok dibagi menjadi dua berdasarkan sifatnya :

1. Kelompok formal ( formal group )

Kelompok formal merupakan kelompok yang penugasan anggota-anggotanya ditetapkan berdasarkan struktur organisasi untuk meraih tujuan-tujuan organisasi.

- Kelompok komando ( command group )

Kelompok komando biasanya ditentukan oleh bagan organisasi dimana individu-individunya mengikuti garis komando dengan jelas, seperti bawahan yang mengikuti perintah atasannya.

- Kelompok tugas ( task group )

Kelompok tugas terdiri dari individu-individu yang bekerjasama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh organisasi.


2. Kelompok informal ( informal group )

Kelompok informal merupakan kelompok yang terbentuk secara alamiah sebagai tanggapan atas kebutuhan kontak sosial, dan tidak memiliki struktur organisasi secara formal

Berdasarkan asal para anggotanya, kelompok informal dibagi menjadi :

- Kelompok informal klik mendatar ( horizontal clique )

Kelompok klik mendatar berasal dari anggota-anggota dari satuan kerja yang sama atau berbeda dengan bidang atau tingkat organisasi yang sama.

- Kelompok klik tegak ( vertical clique )

Kelompok klik tegak berasal dari anggota-anggota dengan tingkat organisasi yang berbeda.

- Kelompok klik acak ( random clique )

Kelompok klik acak berasal dari anggota-anggota dari satuan kerja yang sama atau berbeda dengan bidang atau tingkat organisasi yang sama atau berbeda.

Sedangkan berdasarkan alasan menjadi anggotanya, kelompok informal dibagi menjadi

- Kelompok sesuai minat atau dengan kepentingan yang sama ( interest group )

Kelompok yang terbentuk karena adanya minat yang sama diantara individu-individu ( seperti hobi ), atau karena adanya kepentingan yang sama satu sama lain.

- Kelempok persahabatan ( friendship group )

Kelompok yang terbentuk karena jalinan ikatan yang kuat, saling tertarik, serta merasa cocok dengan ciri dan sifat masing-masing.

sumber : https://dosenpsikologi.com/psikologi-industri-dan-organisasi

http://sumberilmupsikologi.blogspot.com/2015/06/organisasi-dan-kelompok-kerja.html



Sabtu, 21 September 2019

BEDA AGAMA DAN ILMU PENGETAHUAN, TANGGANPAN PADA ORANG YANG TAK BERAGAMA, MENGAPA HARUS KITA BERAGAMA, USAHA MENJAGA KEBERISLAMAN


1. Dapatkah manusia mencari Tuhan dengan sendirinya..
2. Apa beda agama dan pengetahuan
3. Bagaiman tanggapan anda pada seseorang yang menyatakan mereka yang tak beragama hidupnya sejahteran..
4. mengapa kita harus beragama..
5. Apa Usaha anda menjaga keberislaman..

 Jawaban

11).       Menurut saya tidak, karena manusia perlu dibimbing oleh orang yang lebih berilmu dan beragama untuk mencari Tuhannya.

22).       -      Agama berisi hal-hal yang pasti dan benar terjadi, sedangkan ilmu pengetahuan cenderung berubah-ubah sesuai perkembangan zaman
-          Agama menjadi bekal untuk dunia dan akhirat, sedangkan ilmu pengetahuan hanya untuk dunia
-          Agama selain membahas alam semesta juga membahas sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal supranatural (tidak logis), sedangkan ilmu pengetahuan membahas sesuatu secara logika manusia.

33).       Menurut saya walaupun mereka ( yang tidak beragama ) hidup sejahtera, namun hal itu hanya sebatas pada dunia saja. Orang yang tidak beragama cenderung tidak punya tujuan lain selain meraih kesuksesan di dunia. Dunia adalah fana yang berarti suatu saat nanti akan rusak. Hal seperti kekayaan dunia tidak akan dibawa mati. Oleh karena itu diperlukannya agama untuk membimbing manusia mencapai tujuan yaitu sukses di dunia dan akhirat.

44).       -      Sebagai identitas
-          Karena manusia adalah makhluk yang lemah sehingga membutuhkan sandaraan ( Allah SWT ) untuk menjamin sesuatu.
-          Banyak kesalahpahaman dan tuduhan, sehingga dalam hal ini agama dapat dijadikan pegangan.
-          Karena hidup akan berakhir, sehingga kita tidak hanya mencapai tujuan di dunia saja tapi juga akhirat.

55).       -      Menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangannya.
-          Melaksanakan rukun islam dan mengimani rukun iman.
-          Melakukan sesuatu sesuatu sesuai yang dianjurkan dalam hadits dan sunnah nabi.


BUKTI KEBER-AGAMAAN SESEORANG


Bukti keberagamaan seseorang dapat dilihat apabila seseorang tersebut memiliki adanya tiga persoalan pokok dalam agama antara lain :

a.      Keyaqinan (Credial) keyaqinan tentang adanya kekuatan supra natural yang diyaqini mengatur alam semesta. Misalnya dalam agama islam adanya keyaqinan Bahwa Allah SWT adalah yang mengatur seluruh alam semesta dan seisinya.

b.      Peribadatan ( Ritual ) tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan kekuatan supra natural tersebut. Misalnya dalam agama islam adanya kewajiban ibadah (sholat) untuk mendapatkan pahala agar kelak selamat di dunia dan akhirat.

c.       Sistem Nilai yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya atau hubungan manusia dengan alam sekitar. Misalnya dalam agama islam kita diajarkan untuk membayar zakat untuk menolong saudara yang kurang mampu, dan menjaga kebersihan lingkungan karena kebersihan adalah sebagian dari iman.

Jumat, 20 September 2019

KUNCI SUKSES DALAM BISNIS


Menurut saya kunci sukses dalam bisnis adalah :

1.       Siap dan berani bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya, karena dengan berani bertanggung jawab pebisnis akan belajar dari kesalahan-kesalahan saat salah mengambil keputusan sehingga pebisni nanti bisa menetukan langkah yang tepat.

2.       Memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, karena dengan pengetahuan dan wawasan yang luas pebisnis dapat menentukan langkah yang tepat untuk memulai bisnis dan mampu menganalisis perkembangan pasar dalam masyarakat.

3.       Mampu berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman, karena zaman terus berkembang maka seorang pebisnis dituntut untuk dapat berinovasi sesuai apa yang dibutuhkan masyarakat zaman sekarang.

4.       Memiliki sikap pantang menyerah, karena setiap pebisinis pasti akan ada fase dimana ia gagal tetapi dengan sikap pantang menyerah seorang pebisinis akan  belajar dari kesalahan dan terus berusaha menciptakan hasil terbaik sehingga kelak pebisinis tersebut bisa sukses.

5.       Berani bersaing, karena dengan berani bersaing seorang pebisnis akan bejuang mati-matian menciptakan hasil terbaik untuk masyarakat agar bisa menjadi pemenang.

6.       Memiliki tujuan yang jelas, karena tujuan dalam bisnis sangat penting sehingga pebisinis mampu berorientasi pada tujuan tersebut, dan menjadi pegangan dan motivasi dalam berbisnis.

7.       Bersikap rendah hati, karena dengan rendah hati pebisinis tidak akan mudah puas dengan hasilnya saat ini dan terus mengembangkan inovasi dan haus akan pengetahuan.

Rabu, 18 September 2019

KULIAH LAPANGAN : ANALISIS BATIK


TUGAS LAPANGAN : MENGANALISIS BUDAYA BATIK BERDASARKAN TEORI DAN DINAMIKA KEBUDAYAAN
KELOMPOK 12 ( ANTROPOLOGI 13 F1)

ANGGOTA : 1. DWI DIAN ANGGRAENI (18081081)
                        2. MARIA FINA br SARAGI TINAMBUNAN (18081154)
                       4. AMALIAN DESARLI LUMAMULY (18081033)



·         TEORI KEBUDAYAAN
Berikut beberapa teori kebudayaan dari berbagai sumber :

1.      Teori Fungsional Kebudayaan ( Bronislaw Malinowski (1884-1942)
bahwa segala aktivitas kebudayaan itu sebenarnya bermaksud memuaskan suatu rangkaian dari sejumlah kebutuhan naluri mahluk manusia yang berhubungan dengan seluruh kehidupannya. Kebutuhan itu meliputi kebutuhan biologis maupun skunder, kebutuhan mendasar yang muncul dari perkembangan kebudayaan itu sendiri.

2.      Teori Strukturalisme Kebudayaan ( Levi-Strauss)
Levi-Strauss memandang bahwa apa yang ada di dalam kebudayaan atau perilaku
manusia tidak pernah lepas dari apa yang terefleksikan dalam bahasa yang digunakan. Oleh karena itu akan terdapat kesamaan konsep antara bahasa dan budaya manusia. Singkatnya Levi-Strauss berkeyakinan bahwa untuk mempelajari kebudayaan atau perilaku suatu masyarakat dapat dilakukan melalui bahasa.

Kami mengambil batik sebagai salah satu contoh objek kebudayaan. Kami pun melakukan wawancara pada salah satu narasumber Bapak Iham Taufik. Berikut wawancaranya :

Ø  “ Bagi bapak sendiri apa tujuan bapak menjual batik-batik ini ?”
“ Selain sebagai mata pencaharian, juga sebagai bentuk pelestarian budaya batik di Jogja”
Ø  “ Mengapa Bapak memilih menjual Batik sebagai mata pencaharian Bapak ? “
“ Karena ini warisan turun-temurun, ditambah di Jogja Batik sudah berkembang pesat dan banyak peminatnya saat itu.”

Dari hasil analisis kami, kami menyimpulkan bahwa batik termasuk dalam bentuk teori fungsional kebudayaan yang dikemukakan oleh Malinowski. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya penjual-penjual batik di sepanjang Jalan Malioboro karena selain bertujuan bentuk pelestarian budaya Yogyakarta juga sebagai mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup

·         DINAMIKA KEBUDAYAAN

Budaya sebagai hasil dari pikiran dan akal budi bersifat dinamis, artinya selalu bergerak mengalami perubahan dan perkembangan dari zaman ke zaman untuk memenuhi kebutuhan manusia yang juga mengalami perkembangan. Dinamika kebudayaan ini ada yang terjadi secara lambat ataupun cepat.  Dalam dinamika kebudayan manusia atau individu sangat berperan penting dalam memicu terjadinya perubahan. Selain itu terjadinya perubahan kebudayaan ini juga dipicu oleh faktor internal dan eksternal antara lain :
Ø  Internal  :
1.      Penduduk
2.      Teknologi
3.      Ekonomi
4.      Konfik
5.      Pemberontakan atau Revolusi

Ø  Eksternal :
1.      Alam
2.      Perpaduan atau percampuran kebudayaan
3.      Difusi

Dalam antropologi dinamika kebudayaan berlangsung dalam beberapa proses yaitu evolusi, difusi, asimilasi, inovasi.

1.      Evolusi
Evolusi merupakan bentuk perubahan kebudayaan dari bentuk yang sederhana yang semakin lama menjadi lebih kompleks.
2.      Difusi
Proses penyebaran kebudayaan melalui perpindahan bangsa-bangsa. Kebudayaan tersebar dikarenakan terbawa oleh bangsa-bangsa yang melakukan migrasi.
3.      Asimilasi
Proses perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang lambat laun akan berubah menjadi kebudayaan baru dan menghilangkan corak asli kebudayaan lama.
4.      Inovasi
Menurut Koentjaraningrat, inovasi adalah suatu proses perubahan kebudayaan yang tidak terjadi karena adanya pengaruh langsung dari unsur-unsur kebudayaan asing, tetapi karena di dalam kebudayaan itu sendiri terjadi pembaruan yang mengalami penggunaan sumber-sumber alam, energi, dan modal, pengaturan tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semuanya akan menyebabkan dihasilkannya produk baru.

Saat teman-teman kelompok saya menganalisis mengenai batik di daerah Malioboro, kami mendatangi salah satu narasumber disana, Bapak Ilham Taufik yang merupakan penjual batik di daerah Malioboro. Berikut hasil wawancaranya :

Ø  “Menurut Bapak, bagaimana perubahan atau perkembangan batik dari zaman ke zaman ?”
“Desain batik jadi lebih modern, dan saat ini tidak hanya digunakan pada acara-acara formal saja, untuk santai pun bisa, walaupun saya sudah lama menjual batik tapi saya merasa perkembangannya cepat sekali.”
Ø  “Apa yang mempengaruhi perkembangan batik baik dari dalam maupun luar ?”
“Para pendatang, karena di Jogja banyak pendatang baru baik dalam maupun luar negeri jadi lama-lama budaya asli sini nyampur sama budaya mereka.”
Ø  Menurut bapak bagaimana penyebaran batik saat ini ?
“Saat ini batik tidak hanya dikenal di Indonesia saja khususnya Jogja, tetapi juga sekarang sudah dikenal di seluruh dunia, sudah go-international.”

Dari hasil wawancara tadi dapat disimpulkan bahwa batik sebagai sebuah kebudayaan mengalami dinamika ( perubahan ). Batik mengalami perkembangan yang cukup cepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terus bergerak mengikuti zaman. Adapun faktor dominan yang mempengaruhi perkembangan batik di Jogja adalah faktor internal yakni penduduk baik penduduk asli, luar, maupun mancanegara. Setelah dianalisis Batik Jogja mengalami beberapa proses dalam dinamika kebudayaan, yakni:

1.      Evolusi
Dapat dilihat dari awal mula bentuk batik yang hanya berupa kain ( Jarik ) lama kelamaan bentuknya semakin rumit dan beragam, misalnya desain baju, tas, sepatu,dll. Hal ini juga terjadi pada motif batik yang semakin lama semakin beraneka ragam bahkan sekarang yang sedang cukup trend yaitu baju batik yang menggabungkan beberapa motif berbeda dengan warna yang berbeda pula.
2.      Difusi
Dapat dilihat dari banyaknya pendatang baru di Jogja bahkan banyak yang dari luar negeri sehingga hal ini dapat semakin memperkenalkan batik ke dunia internasional
3.      Asimilasi
Banyaknya pendatang baru di Jogja yang datang dari berbagai latar kebudayaan, dan interaksi sehari-hari dengan mereka mengakibatkan terjadinya perpaduan budaya.
4.      Inovasi
Perkembangan zaman dan meningkatnya daya saing semakin menuntut para pembatik untuk lebih kreatif menciptakan produk-produk baru berkualitas tinggi, ditambah saat ini sudah banyak alat-alat yang memudahkan dalam proses membatik seperti cap, printing, dll.

Foto kami dengan Bapak Ilham Taufik salah satu penjual batik di Malioboro

ANALISIS FOLKLORE KEBO IWA DARI BALI


ANALISIS FOLKLORE
LEGENDA KEBO IWA : ASAL MULA TERBENTUKNYA DANAU DAN GUNUNG BATUR

OLEH :


DWI DIAN ANGGRAENI ( 18081081 )
SUKU JAWA

UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

FAKULTAS PSIKOLOGI






A.   PENDAHULUAN

Indonesia terkenal dengan keanekaragaman suku bangsanya. Adanya keanekaragaman suku bangsa di Indonesia berakibat pada banyaknya kekayaan budaya yang berbeda-beda di setiap sudutnya, mulai dari bahasa, pakaian adat, tari tradisional, ritua-ritual adat dan masih banyak lagi. Salah satu kekayaan budaya yang masih banyak dipercayai oleh masyarakat sekitar adalah cerita rakyat yang berisi legenda, dongeng, atau mitos-mitos yang menyangkut tempat dimana mereka tinggal. Di era modern ini, masyarakat di Indonesia tergolong masih banyak yang mempercayai cerita-cerita rakyat yang berkembang di daerah tempat mereka tinggal yang diceritakan turun-temurun dari generasi ke geenerasi. Salah satu daerah di Indonesia yang masyarakatnya masih banyak yang percaya dengan cerita rakyat yang berkembang di daerahnya adalah masyarakat Bali.
Bali merupakan pulau yang paling terkenal di Indonesia, bahkan bagi orang-orang di luar negeri, mereka lebih mengenal Bali daripada Indonesia itu sendiri. Bali sendiri terkenal dengan budaya masyarakatnya yang masih kental dan masih banyak dilestarikan di berbagai daerah. Tidak heran jika Bali setiap tahunnya mampu menarik jutaan wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung kesana. Contoh budaya yang masih kental disana adalah cerita rakyatnya yang diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Salah satu cerita rakyat yang cukup terkenal adalah cerita rakyat “Kebo Iwa” yang menceritakan asal mula terbentuknya Danau dan Gunung Batur. Danau Batur merupakan salah satu spot tujuan wisata yang terkenal di Pulau Dewata, Bali. Danau ini teretak di Desa Penelokan Utara, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, dengan jarak sekitar 65 km dari Kota Denpasar. Danau ini terkenal dengan keindahan alamnya yang cantik,hawa sejuknya, dan legenda yang berada dibalik terbentuknya danau ini yang diceritakan secara turun-temurun.
Pada paper ini saya mencoba untuk menganalisis tentang asal mula terbentuknya Danau dan Gunung Batur dilihat dari segi cerita rakyat masyarakat Bali dan menganalisis hubungannya dengan kondisi sosial budaya masyarakat disana. Hal ini dilakukan karena belum banyak paper yang menganalisis topik tersebut.

B.   KAJIAN PUSTAKA

Dalam cerita rakyat “Legenda Asal Mula Terbentuknya Danau dan Gunung Batur” tidak terlepas dari sosok yang berperan penting dalam cerita tersebut yaitu Kebo Iwa. Banyak versi cerita yang mengisahkan tentang Kebo Iwa, misalnya versi lain yang mengatakan kalau Kebo Iwa adalah seorang panglima militer Bali pada masa pemerintahan Prabu Sri Asta Sura Ratna Bumi Banten pada awal ke-14, dengan nama lain Kebo Wandira dan Kebo Taruna yang memiliki arti kerbau yang perjaka. Pada masa itu nama-nama binatang seperti kebo (kerbau), gajah, dan mahisa (banteng) banyak dan lazim digunakan sebagai titel kehormatan khususnya di Bali dan Jawa. Dalam versi Jawanya, Kebo Iwa memiliki nama Kebo Suwo Yuwo yang merupakan seorang prajurit yang sangat sakti. Kisah Kebo Iwa dalam versi Jawa Timur dapat ditemukan dalam buku karangan R.J.L Russendrager yang berjudul “Residentie  Passaroeng” yang dicetak tahun 1840 M.

Dalam cerita “Legenda Asal Mula Terbentuknya Danau dan Gunung Batur” ini Kebo Iwa muncul sebagai seorang raksasa ( beberapa sumber mengatakan jika Kebo Iwa adalah anak pasangan suami-istri kaya raya yang memiliki nafsu makan yang besar sehingga semakin lama badanya bertumbu besar seperti raksasa ) yang memiliki nafsu makan yang sangat besar, setara dengan kebutuhan makan 100 orang dewasa dan tenaga yang besar pula.












C.   PROBLEMATIK

Berdasarkan penjelasan diatas, paper ini akan membahas permasalahan :
1.      Bagaimana cerita “Legenda Asal Mula Terbentuknya Danau dan Gunung Batur” memengaruhi kondisi sosial budaya masyarakat Bali disana ?
2.      Pelajaran apa yang dapat diambil dari cerita rakyat “Legenda Asal Mula Terbentuknya Danau dan Gunung Batur” ?

D.   METODE PENELITIAN

Dalam paper ini, pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara dengan narasumber. Observasi dan wawancara dilakukan dengan dua orang yang berasal dari suku bangsa atau daerah yang sama dengan topik yang dibahas dalam paper ini, yaitu Bali. Wawancara dilakukan melalui aplikasi Whatsapp. Melalui pengumpulan data tersebut, kemudian diperoleh data-data kualitatif. Data-data kualitatif tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.










E.   HASIL DAN PEMBAHASAN

1)    Cerita Singkat “Asal Mula Terbentuknya Danau dan Gunung Batur”
Pada zaman dahulu di sebuah desa hiduplah seorang raksasa yang diberi nama Kebo Iwa. Kebo Iwa memiliki  nafsu makan yang sangat besar setara dengan kebutuhan makan 100 orang dewasa dan tenaga yang besar pula. Para warga sering meminta bantuan Kebo Iwa untuk menolong mereka seperti membangun rumah, membuat sumur, dan sebagainya. Namun para warga harus menyiapkan makanan yang banyak untuk Kebo Iwa hingga ia kenyang. Semakin hari tubuh Kebo Iwa semakin besar, para warga pun kewalahan dalam menyiapkan makanan untuk Kebo Iwa. Jika Kebo Iwa tidak mendapatkan makanannya, ia akan mengamuk dan menghancurkan desa mereka. Saat musim kemarau tiba, hasil panen mengalami penurunan. Jangankan untuk memberi makan Kebo Iwa, untuk makan sendiri saja susah. Suatu ketika Kebo Iwa merasa lapar, akan tetapi warga tidak bisa menyediakan makanan untuk Kebo Iwa. Akhirnya Kebo Iwa melakukan pengrusakan di desa mereka dan menghancurkan rumah-rumah warga. Kepada warganya, kepala desa menyampaikan rencananya untuk membunuh Kebo Iwa. Kepala desa tersebut kemudian menipu Kebo Iwa dengan berjanji akan memberikan makanan yang banyak jika Kebo Iwa membantu mereka membuatkan sumur yang besar dan dalam. Kebo Iwa pun menjadi bersemangat dan mulai menggali sumur sementara para warga mulai mengumpulkan batu kapur. Saat Kebo Iwa tertidur karena kelelahan, para warga pun mulai melemparkan batu kapur ke dalam sumur tersebut. Batu Kapur tersebut menyumbat hidung Kebo Iwa dan mengunci pergerakannya. Kebo Iwa sempat melakukan perlawanan hingga menimbulkan gempa sesaat sebelum akhirnya terkubur hidup-hidup. Air sumur kemudian mengalir deras membanjiri  desa dan membentuk sebuah danau sementara timbunan tanah yang cukup tinggi disamping danau membentuk sebuah bukit dan kemudian menjadi sebuah gunung,. Danau dan gunung tersebut diberi nama Danau dan Gunung Batur.


2)    Analisi Psikologi dan Budaya

a.       Kebo Iwa merupakan tokoh yang menurut saya bersifat rakus dan bodoh karena mudah dibohongi. Hal tersebut dapat dilihat dari perilakunnya yang suka makan banyak dan selalu mengamuk apabila ia tidak disediakan makanan. Tenaga yang dimiliki Kebo Iwa sangatlah besar sehingga membuat para warga takut, walaupun awalnya ia membantu warga desa dengan tenaganya, tapi karena makanan untuknya tidak segera disajikan ia berbalik menyerang warga desa dengan mengahuncurkan rumah-rumah dan memorak-porandakan desa mereka. Dilihat dari dialognya, ucapan Kebo Iwa bersifat menuntut, contohnya pada saat ia berteriak meraung-raung kepada warga desa, ”AKU LAPAR! MANA MAKANAN UNTUKKU !?”. Ia tidak peduli dengan sesuatu yang menimpa di desa yang membuat warga tidak bisa menyajikan makanan untuknya, yang ia pedulikan hanyalah makanan untuknya harus sudah siap disajikan bagaimanapun caranya. Pada akhirnya Kebo Iwa berhasil dibunuh oleh warga dengan tipu  muslihat Kepala desa.
b.      Kepala desa merupakan tokoh yang menurut saya memiliki sifat licik dan cerdik. Kelicikan dan kecerdikannya itu ia gunakan untuk membalas dendamnya dan dendam warga desa terhadap Kebo Iwa yang telah menghancurkan desa mereka. Pada awalnya ia selalu meminta bantuan Kebo Iwa untuk membantu warga desa. Namun karena suatu musibah, warga desa tidak bisa menyajikan makanan untuk Kebo Iwa yang membuat Kebo Iwa menghancurkan desa mereka. Akhirnya Kepala desa pun menjadi geram dan ia bersama warga desa menyusun rencana untuk membunuhnya. Ia menipu Kebo Iwa dengan cara merayunya, contoh dialognya saat ia berkata kepada Kebo Iwa, “Sebenarnya kami masih membutuhkan tenagamu, karena rumah-rumah dan pura banyak yang kau hancurkan. Bagaimana kalau kau membantu kami membangunnya kembali. Kami akan menyediakan makanan yang banyak untukmu sehingga kau tak kelaparan lagi“. Setelah Kebo Iwa berhasil ditipunya, ia dan warga desa mulai melaksanakan rencananya. Pada akhirnya ia pun berhasil membunuh Kebo Iwa bersama dengan warga desa.


3)    Kondisi Sosial-Budaya Masyarakat Bali Sesuai dengan Cerita Kebo Iwa : Asal Mula Terbentuknya Danau dan Gunung Batur

Cerita Legenda Kebo Iwa : Asal Mula Terbentuknya Danau dan Gunung Batur merupakan salah satu folklore dari masyarakat Bali khususnya masyarakat di daerah Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.
Menurut dari dua narasumber yang saya wawancarai, masyarakat Bali memang sebagian besar masih percaya akan mitos-mitos yang berkembang dari cerita rakyat disana khususnya masyarakat yang hidup di pedesaan. Cerita rakyat yang berkembang di suatu daerah kemudian akan memengaruhi kondisi sosial budaya masyarakat bahkan bisa menciptakan pantangan-pantangan yang tidak boleh dilakukan masyarakat terkait cerita rakyat yang berkembang di daerahnya.

Cerita Kebo Iwa dan Asal Mula Terbentuknya Danau dan Gunung batur ini menciptakan mitos-mitos yang berkembang di Masyarakat Bali khususnya disekitar Pulau Dewata. Masyarakat Bali percaya bahwa setiap kali Gunung Batur meletus itu artinya Kebo Iwa sedang terbangun dan ia meronta-ronta meminta makanan. Makanan yang ia minta adalah korban manusia dan binatang. Erupsi Gunung Batur akan berhenti apabila sudah ada korban yang masuk kedalam kawah gunung tersebut. Namun jika ditelisik dari sisi ilmiah, meletusnya Gunung Batur tidak ada kaitannya dengan Kebo Iwa yang meronta-ronta meminta makanan. Meski demikian Cerita Kebo Iwa ini masih diyakini oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Batur dan Danau Batur. Masyarakat setempat pun juga melakukan berbagai upacara adat sebagai bentuk ‘penolak’ bala dan permohonan keselamatan dari segala kutukan dan gangguan yang mengancam mereka.
Gunung Batur dan Gunung Agung merupakan gunung yang memiliki keistimewaan tersendiri bagi masyarakat Bali. Masyarakat Bali menganggap kedua gunung tersebut sebagai lingga buana atau lingga alam yang memiliki arti penting dalam kehidupan religi masyarakat Bali. Gunung Agung dianggap sebagai perwujudan Purusha (laki-laki), sedangkan Gunung Batur dianggap sebagai wujud Pradhana (perempuan). Purusha dan Pradhana tidak bisa dipisahkan karena mereka senantiasa bersinergi untuk melahirkan kesuburan dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.
4)    Amanah dari Legenda Kebo Iwa : Asal Mula Terbentuknya Danau dan Gunung Batur
Dari Cerita Kebo Iwa tersebut kita dapat belajar untuk tidak terlalu mudah percaya dengan orang lain dan jangan langsung tergiur dengan hadiah yang ditawarkannya karena bisa saja orang tersebut berniat mencelakakan kita, seperti yang terjadi pada Kebo Iwa yang tergiur dengan hadiah yang dijanjikan oleh Kepala desa tanpa sadar bahwa ia telah masuk kedalam jebakan. Kita juga diajarkan untuk tidak bersikap egois, tidak bersikap semaunya sendiri, dan berusaha untuk mengerti kondisi orang lain karena jika tidak orang lain akan merasa kesal bahkan terbesit perasaan untuk membalas dendam. Hal ini terjadi pada Kebo Iwa saat ia tidak peduli dengan kekeringan yang melanda desa warga dan menghancurkan desa karena tidak diberi makan sehingga membuat para warga dendam untuk membunuhnya.

F.    KESIMPULAN
Setiap suku di Indonesia menyimpan beragam kebudayaan yang menjadi keunikan tersendiri bagi mereka. Kebudayaan tersebut dapat lahir melalui berbagai hal seperti mitos-mitos atau legenda dari cerita rakyat yang berkembang di daerahnya, seperti masyarakat Bali. Masyarakat Bali khususnya yang tinggal di sekitar kawasan Danau dan Gunung Batur masih percaya akan Legenda Kebo Iwa yang menyangkut dengan Danau dan Gunung Batur, sekalipun dalam sisi ilmiah hal tersebut tidak ada hubungannya. Dari cerita rakyat yang berkembang dan masih diyakini oleh sebagian besar masyarakatnya, kemudian memengaruhi kondisi sosial budaya masyarakat disana dan melahirkan tradisi-tradisi seperti upacara-upacara adat yang menjadi daya tarik daerah tersebut.





G.  DAFTAR PUSTAKA

Storyteller in Legenda. Legenda Kebo Iwa dan Asal Usul Danau Batur. Diambil dari : https://histori.id/legenda-kebo-iwa-dan-asal-usul-danau-batur/amp/
 
Cerita Rakyat Nusantara. Cerita Rakyat Bali Kebo Iwa dan Danau Batur. Diambil dari : https://dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-bali-kebo-iwa-dan-danau-batur/amp/

Ananda, Pradita. 2018. Sosok Raksasa Kebo Iwa, Selimuti Kisah Legenda Asal Usul Danau Batur. Diambil dari : https://lifestyle.okezone.com/amp/2018/08/24/406/1941077/sosok-raksasa-kebo-iwa-selimuti-kisah-legenda-asal-usul-danau-batur

Wikipedia. 2018. Danau Batur. Diambil dari : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Danau_Batur

Wikipedia. 2018. Kebo Iwa. Diambil dari : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kebo_Iwa

Balisaja.com. 2011. Beda Versi Kebo Iwa Antara Bali dan Jawa. Diambil dari : http://www.balisaja.com/2011/02/beda-versi-kisah-kebo-iwa-antara-bali.html?m=0

Kompas.com. 2017. Mengenal Gunung Batur, “ Ibu’ dari Gunung Agung. Diambil dari : https://regional.kompas.com/read/2017/10/05/13115241/mengenal-gunung-batur-ibu-dari-gunung-agung








H.    LAMPIRAN

Bukti wawancara dengan Hening dan Cindana, mahasiswa UMBY yang berasal dari Bali