Rabu, 18 September 2019

PEMROSESAN SISTEMATIK DAN HEURISTIK bab. PERSUASI


1) Beri contoh konkret tentang pemrosesan sistematik;
(2) Beri contoh konkret tentang pemrosesan heuristik;
(3) Jelaskan apa yang dimaksud bahwa ketika penerima pesan memproses informasi secara sistematik, maka perubahan sikap atau keberhasilan persuasi bergantung pada argumentasi komunikator;
(4) Jelaskan apa yang dimaksud bahwa ketika penerima pesan memproses informasi secara heuristik, maka perubahan sikap atau keberhasilan persuasi bergantung pada daya tarik dan kredibilitas komunikator;
(5) Beri contoh konkret 6 faktor yang menguatkan kemampuan kita untuk menolak usaha persuasi.


1.      Contoh pemrosesan secara sistematik
Seorang dosen matematika universitas A sedang mendiskusikan mengenai rumus aljabar yang benar dengan guru-guru matematika tingkat SMA.
Guru matematika yang mempunyai pengetahuan tentang materi yang dibahas itu akan termotivasi untuk memikirkan apa yang disampaikan dosen tersebut secara mendalam karena apa yang disampaikan dosen tersebut merupakan sesuatu yang relevan baginya dan penting baginya untuk membentuk pandangan yang akurat, sehingga ia bisa menyampaikan ilmu tersebut dengan benar kepada murid-muridnya.

2.      Contoh pemrosesan secara heuristik
Misalnya seorang petugas dari dinas kesehatan memberikan penyuluhan mengenai penyakit kaki gajah kepada masyarakat di pedesaan.
Masyarakat di pedesaan yang hanya mengetahui sebagian kecil dari materi yang disampaikan oleh petugas dinas kesehatan tersebut tidak akan terlalu termotivasi untuk memikirkannya secara mendalam karen hal tersebut bagi mereka kurang penting sehingga mereka hanya menurut saja saat petugas dinas kesehatan memberikan obat untuk mencegah penyakit kaki gajah.

3.      (NO 4) Misal kita ambil contoh dokter A yang membahas mengenai penanganan yang tepat kepada pasien DBD kepada dokter B dan C. Mereka bertiga sama-sama dokter sehingga tentu mereka mempunyai pengetahuan tentang materi yang dibahas tersebut. Karena itu dokter A harus punya argumentasi yang kuat untuk meyakinkan dokter B dan C untuk mengubah sikap mereka tentang penanganan pasian DBD yang tepat.
Jadi untuk meyakinkan seseorang yang sama-sama mempunyai pengetahuan akan hal tersebut makan argumentasi dari sang komunikator harus dikuatkan.

4.    (NO 5)  Misal seorang psikiater membahas mengenai gangguan kejiwaan yang dialami oleh si D. Si D yang tak mengerti apa-apa tentang gangguan kejiwaan yang dialaminya hanya menuruti saja apa yang dikatakan psikiater itu untuk melakukan psikoterapi karena psikiater itu mengatakan dengan yakin bahwa si D akan sembuh total bila mengikuti psikoterapi itu sehingga ia pun tertarik untuk mengikuti saran psikiater itu.
Jadi untuk meyakinkan seseorang yang bisa dibilang masih awam dan tidak begitu tahu banyak tentang materi apa yang disampaikan sang komunikator, maka yang perlu dilakukan oleh komunikator itu adalah bagaimana caranya menarik perhatian orang tersebut agar yakin dengan apa yang disampaikan sang komunikator dan bagaimana penyampaiannya agar terlihat menarik bagi orang-orang tersebut.

5.     (NO6)
  
      REAKTANSI
Contoh : misal salah seorang dari grup ibu-ibu pengajian menyarankan kepada para wanita di sekitar lingkup rumahnya untuk mengenakan rok panjang dalam kegiatan sehari-hari.  Ada beberapa wanita tersebut yang bereaksi negatif dan menganggap itu kurang relevan dengan mereka karena rok panjang cukup ribet dan mengganggu jika digunakan untuk kegiatan sehari –hari.

PERINGATAN
Contoh : misal di lingkungan kompleks perumahan biasanya sering kali  menjadi sasaran Sales atau SPG untuk menawarkan barang atau jasanya dari rumah ke rumah. Untuk menghindari hal tersebut terkadang ada beberapa penghuni rumah yang sampai mengunci pintu dan jendela mereka agar terhindar dari sasaran sales atau SPG tersebut.

PENGHINDARAN SELEKTIF
Contoh : di beberapa sekolah seperti SMP dan SMA biasanya menjadi target kegiatan seminar dan promosi lembaga bimbingan belajar, terkadang bisa 2 sampai 3 lembimjar yang mengadakan promosi di sekolah tersebut. Di sekolah saya waktu itu ada 3 lembimjar yang mengadakan promosi, sebut saja lembimjar A,B,dan C. Karena saya tidak tertarik dengan lembimjar A dan C waktu itu jadi saya hanya mengikuti seminar yang diadakan lembimjar B, yang lain saya tidak datang.

MENYANGGAH
Contoh : saat itu ada seseorang yang mengatakan bahwa menabung di bank dan menggunakan layanan BPJS adalah haram hukumnya. Namun saya tidak setuju karena bagaimanapun layanan bank dan BPJS sangat dibutuhkan bagi orang-orang yang kurang mampu dan terbukti sangat membantu meringankan beban mereka.

BIAS ASIMILASI
Contoh : dalam pemilihan ketua osis SMA terdapat dua kandidat si A ( kelas 2 ) dan B ( kelas 1 ). Beberapa anak kelas 2 tentu banyak memilih si A karena mungkin sebagian tidak terima bila anak kelas 1 yang terpilih walaupun si A ini bisa dibilang murid rata-rata dan biasa saja tidak ada prestasi yang menonjol. Beda dengan si B yang sering mengikuti berbagai lomba dan juara olimpiade. Walaupun begitu dimata anak kelas 2 dia dianggap kurang meyakinkan.

POLARISASI SIKAP
Contoh : misal saya adalah orang yang netral tidak terlalu berpihak pada sisi manapun, semuanya seimbang baik agama, politik, sosial budaya, dll. Ketika ada pembahasan mengenai adat istiadat dimana seorang anak perempuan dipaksa menikah dibawah umur saya sangat tidak setuju. Saya menyangkal,  mendebat bahwa hal itu adalah hal yang salah dan sangat tidak relevan di zaman modern ini.


0 komentar:

Posting Komentar