Kamis, 26 September 2019

TAHAP PEMBENTUKAN KELOMPOK (matkul. PSI.INDUSTRI DAN ORGANISASI)





Pembentukan kelompok tidak terjadi begitu saja. Kelompok terbentuk secara bertahap. Tahap-tahap dalam pembentukan kelompok ada 5 yaitu membentuk (forming stage), mempeributkan (storming stage), menyusun norma (norming stage), mengerjakan (performing), dan membubarkan (adjourning stage). Dalam bahasa inggris tahapan ini disebut sebagai five-stage group development.

Berikut tahap-tahapnya :

1.      Tahap Membentuk (forming stage)

Forming merupakan tahap awal dalam pembentukan kelompok. Dalam tahap ini anggota masih belum memahami satu sama lain, belum terbentuknya kepercayaan antara anggota kelompok, dan belum memahami jelas tujuan kelompok dan perannya di dalam kelompok. Maka dari itu dalam tahap awal ini dilakukan pengenalan. Tahap ini akan berakhir ketika para anggota sadar bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok.

2.      Tahap Mempeributkan (storming stage)

Tahap ini ditandai dengan adanya konflik di dalam kelompok. Adanya kecenderungan idividualitas pada anggota untuk menonjolkan dirinya dan saling mendominasi menyebabkan konflik yang mengacu pada siapa yang akan mengendalikan kelompok . Apabila tahap ini selesai maka akan terbentuk hierarki kepemimpinan yang jelas. Namun jika tahap ini tidak selesai maka akan mengalami kegagalan.

3.      Tahap Menyusun norma (norming stage)

Tahap ini ditandai dengan adanya perkembangan hubungan yang semakin erat antar anggotanya sehingga terciptanya kekompakan dalam kelompok, kerja sama, dan rasa tanggung jawab. Mereka bisa menghargai satu sama lain dan mulai berpikir sebagai ‘kita’ daripada ‘saya’.

4.      Tahap Mengerjakan (performing)

Dalam tahap ini ditandai dengan adanya  peningkatan dan pertumbuhan (refinement & growth) dalam kelompok sehingga kelompok akan bertumbuh. Para anggotanya sudah memahami satu sama lain dan memahami tugas-tugasnya sehingga para anggota bisa mengerjakan tugasnya masing-masing.

5.      Tahap Membubarkan (adjourning stage).

Dalam tahap ini kelompok membubarkan diri karena tujuan kelompok sudah terpenuhi. Beberapa aggota ada kelompok yang bersenang-senang atas pencapaian kelomponya, ada juga yang sedih karena harus berpisah.

Related Posts:

  • SELF DALAM PSKOLOGI (1) Deskripsikan tentang kemungkinan self diri anda; (2) jelaskan dengan bahasa anda sendiri faktor eksternal yang mempengaruhi perubahan self; (3) Deskripsikan tentang bagaimana kira-kira anda akan meningkatkan self es… Read More
  • EFEK HIPERMASKULINITAS DAN HIPERFEMININITAS HIPERMASKULINITAS Pria hipermaskulinitas rentan terkena stress. Hal ini biasanya dipicu oleh adanya bullying yang terjadi di antara sesama pria yang terjadi ketika seorang pria mencapai usia dimana ia merasa … Read More
  • GENDER DALAM PSIKOLOGI (1) Identifikasi peran gender laki-laki dan perempuan dalam konteks sosial budaya di Indonesia. Apa yang seharusnya atau yang diharapkan melekat pada diri laki laki dan perempuan; (2) Apa yang menurut anda tidak… Read More
  • KUNCI SUKSES DALAM BISNIS Menurut saya kunci sukses dalam bisnis adalah : 1.       Siap dan berani bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya, karena dengan berani bertanggung jawab pebisnis akan belajar dari k… Read More
  • RISET DAN OPEN MINDEDNES v  Riset korelasi  ialah suatu riset atau penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih, dengan tidak mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak terjadi manipulasi va… Read More

0 komentar:

Posting Komentar