Senin, 30 September 2019

ISLAM BUKAN AGAMA RADIKAL, ARTI ISLAM, KARAKTERISTIK ISLAM


Tanggapan saya mengenai pandangan orang2 bahwa islam adalah radikal :

Radikalisme sama sekali tidak diajarkan dalam islam dan merupakan perbuatan tercela yang dilarang oleh syariat. Islam yang sebenarnya merupakan agama yang bertujuan menyabarkan kasih sayang dan kebaikan untuk umat manusia. Kata Ustadz Mutiara " kita hanya memberikan pesan dakwah dan dapat pahala. Didengar atau tidak itu bukan urusan kita. Allah lebih punya kuasa ". Dalam surat Al-Ghasyiah ayat 21-22 yang artinya "  berilah peringatan, kamu hanyalah pemberi peringatan, kamu bukanlah pemaksa atas diri mereka ". Jadi jika ada seseorang atau kelompok yang membunuh orang mengatasnamakan jihad, itu adalah hal yang salah dan bukan ajaran islam karena islam menyampaikan dakwah dengan damai dan santun adalah jalan jihad yang sebenarnya.

1. Arti Islam..
2. Karakteristik Islam..


1. „Islam secara etimologis berasal dari akar kata kerja „salima‟ yang berarti selamat, damai, dan sejahtera, lalu muncul kata „salam‟ dan „salamah‟. Dari „salima‟ muncul kata „aslama‟ yang artinya menyelamatkan, mendamaikan, dan mensejahterakan. Kata „aslama‟ juga berarti menyerah, tunduk, atau patuh. Dari kata „salima‟ juga muncul beberapa kata turunan yang lain, di antaranya adalah kata „salam‟ dan „salamah‟ artinya keselamatan, kedamaian, kesejahteraan, dan penghormatan, ‘taslim‟ artinya penyerahan, penerimaan, dan pengakuan, „silm‟ artinya yang berdamai, damai, „salam‟ artinya kedamaian, ketenteraman, dan hormat, „sullam‟ artinya tangga, „istislam‟ artinya ketundukan, penyerahan diri, serta „muslim‟ dan „muslimah‟ artinya orang yang beragama Islam laki-laki atau perempuan (Munawwir, 1997: 654-656).

2. Karakteristik Islam berdasarkan beberapa ayat al-Quran adalah: 
1. Agama Islam sesuai dengan fitrah manusia. Artinya, agama Islam
1) mengandung petunjuk yang sesuai dengan sifat dasar manusia, baik dari aspek keyakinan, perasaan, maupun pemikiran, 
2) sesuai dengan kebutuhan hidup manusia,
3) memberikan manfaat tanpa menimbulkan komplikasi, dan 
4) menempatkan manusia dalam posisi yang benar. 
Hal ini ditegaskan dalam alQuran surat al-Rum (30): 30: 
Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. al-Rum [30]: 30). 
 2. Ajaran Islam sempurna
 (QS. al-Maidah [5]; 3). Artinya, materi ajaran Islam berisi petunjuk-petunjuk tentang seluruh aspek kehidupan manusia. Petunjuk itu ada yang disebutkan secara eksplisit oleh al-Quran dan hadis, dan ada yang disebutkan secara implisit. Tidak ada satu pun masalah yang tidak diatur dalam Islam melalui sumber utamanya, al-Quran (QS. al-An’am [6]: 38). 
3. Kebenaran ajaran Islam adalah mutlak.
 Kebenaran ajaran ini karena bersumber dari al-Quran (dari Allah) dan sunnah/hadis (dari Nabi Muhammad saw.). Kebenaran ini dapat pula dipahami melalui bukti-bukti material maupun bukti-bukti nyata yang ada di dunia (QS. al-Baqarah [2]: 2). 
4. Mengajarkan keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan.
 Meskipun alQuran menekankan bahwa tujuan utama hidup manusia di dunia ini untuk beribadah kepada Allah, namun al-Quran juga mengajarkan bahwa urusan dunia harus diperhatikan, mengingat kehidupan dunia ikut menentukan keberhasilan manusia di akhirat kelak (QS. al-Qashash [28]: 77). 
5. Ajaran Islam fleksibel dan ringan.
 Artinya, ajaran Islam tidak akan membebani manusia untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Islam mempertimbangkan kondisi masing-masing individu dalam menjalankan aturannya dan tidak memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu di luar batas kemampuannya (QS. al-Baqarah [2]: 286). 
6. Ajaran Islam berlaku secara universal, 
yakni berlaku untuk semua umat manusia di dunia ini dan berlaku hingga akhir masa (QS. al-Ahzab [33]: 40). 
7. Ajaran Islam sesuai dengan akal fikiran manusia dan memotivasi manusia untuk menggunakan akal fikirannya 
(QS. al-Mujadilah [58]: 11). 
8. Inti ajaran Islam adalah tauhid dan seluruh ajarannya dalam rangka mendukung ketauhidan tersebut
 (QS. al-Baqarah [2]: 163; QS. al-Ikhlash [112]: 1-4). 
9. Ajaran Islam adalah rahmatan lil‟alamin, yakni memberikan kasih sayang terhadap seluruh umat manusia di dunia ini
 (QS. al-Fath [48]: 4). Misi utama kehadiran Nabi Muhammad adalah dalam rangka itu (QS. al-Anbiya’ [21]: 107).

Menurut Muhammad Yusuf Musa (1988: 14-42) ada  sembilan karakteristik Islam yang tidak akan ditemukan pada agama-agama lain di muka bumi ini. 
1. Islam mengajarkan kesatuan agama.
 Artinya, seluruh ajaran agama Islam yang diturunkan oleh Allah kepada para nabi/rasul-Nya menyatu ke dalam ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw.
 2. Islam mengajarkan kesatuan politik. 
Artinya, Islam mempersilahkan penganutnya untuk membentuk kelompok atau organisasi dengan berbagai kepentingannya masing-masing. Namun demikian, yang harus menjadi tujuan utama dari kelompok-kelompok itu adalah untuk menegakkan agama Islam. 
3. Islam mengajarkan kesatuan sosial. 
Artinya, Islam tidak membedakan latar belakang sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat, baik keturunan, ras, gender, warna kulit, maupun hal lain. Yang membedakan manusia di hadapan Allah Swt. hanyalah ketakwaannya (QS. al-Hujurat [49]: 13).

 4. Islam merupakan agama akal dan pikiran. 
Artinya, semua ajaran Islam sangat rasional dan dapat diterima oleh akal atau pikiran manusia. Tidak ada satu pun ajaran Islam yang bertentangan dengan akal manusia, meskipun banyak manusia yang tidak bisa menerima ajaran rasional Islam ini karena keterbatasan ilmu yang dimiliki dan karena kebodohannya. 
5. Islam adalah agama fitrah dan kejelasan. 
Artinya, seluruh ajaran Islam sesuai dengan potensi-potensi bawaan manusia yang sudah ada sejak dilahirkan oleh sang ibu. Semua ajaran Islam juga memberikan kejelasan dalam setiap aspeknya. Hal-hal yang tidak jelas atau masih menimbulkan keraguan harus ditinggalkan. 
6. Islam adalah agama kebebasan dan persamaan. 
Artinya, Islam benar-benar memberikan ajaran pembebasan dari belenggu kejahiliahan dan perbudakan sesama manusia (makhluk). Islam tidak membiarkan adanya perbudakan dan penindasan sesama manusia. Islam juga memberikan aturan yang sama kepada semua umatnya. Islam tidak membedakan kesempatan untuk meraih kebaikan dan prestasi yang terbaik. Konsep Agama Islam 53 
7. Islam adalah agama umat manusia seluruhnya. 
Artinya, Nabi Muhammad saw. membawa Islam untuk seluruh umat manusia di muka bumi ini. Dari manapun datangnya, ketika seseorang memeluk Islam berarti ia telah menjadi umat Nabi Muhammad saw. (umat Islam). 
8. Islam tidak memisahkan urusan agama dan negara.
 Artinya, Islam tidak memisahkan secara khusus masalah-masalah negara (urusan keduniaan) dengan masalah-masalah agama. Kedua masalah itu saling terkait dalam Islam. Islam bukan agama sekuler dan tidak menerima sekularisme, suatu paham yang memisahkan urusan agama dari negara. 
9. Islam menetapkan hak-hak asasi manusia.
 Seluruh hak asasi manusia dijamin dalam islam, begitu juga kewajiban-kewajibannya diatur oleh Islam. Melalui al-Quran bisa dilihat ketentuan-ketentuan mengenai hak asasi manusia tersebut.


Kamis, 26 September 2019

TAHAP PEMBENTUKAN KELOMPOK (matkul. PSI.INDUSTRI DAN ORGANISASI)





Pembentukan kelompok tidak terjadi begitu saja. Kelompok terbentuk secara bertahap. Tahap-tahap dalam pembentukan kelompok ada 5 yaitu membentuk (forming stage), mempeributkan (storming stage), menyusun norma (norming stage), mengerjakan (performing), dan membubarkan (adjourning stage). Dalam bahasa inggris tahapan ini disebut sebagai five-stage group development.

Berikut tahap-tahapnya :

1.      Tahap Membentuk (forming stage)

Forming merupakan tahap awal dalam pembentukan kelompok. Dalam tahap ini anggota masih belum memahami satu sama lain, belum terbentuknya kepercayaan antara anggota kelompok, dan belum memahami jelas tujuan kelompok dan perannya di dalam kelompok. Maka dari itu dalam tahap awal ini dilakukan pengenalan. Tahap ini akan berakhir ketika para anggota sadar bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok.

2.      Tahap Mempeributkan (storming stage)

Tahap ini ditandai dengan adanya konflik di dalam kelompok. Adanya kecenderungan idividualitas pada anggota untuk menonjolkan dirinya dan saling mendominasi menyebabkan konflik yang mengacu pada siapa yang akan mengendalikan kelompok . Apabila tahap ini selesai maka akan terbentuk hierarki kepemimpinan yang jelas. Namun jika tahap ini tidak selesai maka akan mengalami kegagalan.

3.      Tahap Menyusun norma (norming stage)

Tahap ini ditandai dengan adanya perkembangan hubungan yang semakin erat antar anggotanya sehingga terciptanya kekompakan dalam kelompok, kerja sama, dan rasa tanggung jawab. Mereka bisa menghargai satu sama lain dan mulai berpikir sebagai ‘kita’ daripada ‘saya’.

4.      Tahap Mengerjakan (performing)

Dalam tahap ini ditandai dengan adanya  peningkatan dan pertumbuhan (refinement & growth) dalam kelompok sehingga kelompok akan bertumbuh. Para anggotanya sudah memahami satu sama lain dan memahami tugas-tugasnya sehingga para anggota bisa mengerjakan tugasnya masing-masing.

5.      Tahap Membubarkan (adjourning stage).

Dalam tahap ini kelompok membubarkan diri karena tujuan kelompok sudah terpenuhi. Beberapa aggota ada kelompok yang bersenang-senang atas pencapaian kelomponya, ada juga yang sedih karena harus berpisah.

Selasa, 24 September 2019

MENGATASI AKIBAT NEGATIF SAINGAN ( PSI. INDUSTRI DAN ORGANISASI )

"Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, ubahlah perilaku Anda. Tetapi bila Anda menginginkan perubahan yang besar dan mendasar, ubahlah pola pikir Anda."
- Stephen Covey..
Bagaimana  memulainya ?
Merubah pola pikir dimulai dari hal kecil dulu yaitu mencoba berpikir positif. Misalnya dari "saya tidak bisa" menjadi "saya pasti bisa". Jangan takut akan kegagalan dan jadikanlah kegagalan sebagai pelajaran untuk memperbaiki kesalahan. Bekerja keras, sabar, dan pantang menyerah. Berpikir optimis "saya akan sukses" karena usaha tidak pernah meengkhianati hasil. Lalu mulailah berpikiran secara terbuka dan kritis. Mau menerima masukan dari orang lain


Dunia kerja tidak terlepas dari yang namanya persaingan. Persaingan berperan penting dalam perkembangan dunia usaha, karena para pekerja berlomba-lomba berusaha memberikan hasil terbaik dan menyingkirkan pesaingnya. Sisi positif dalam persaingan di dunia kerja adalah para pekerja dituntut untuk menciptakan inovasi-inovasi baru bagi dunia kerja, serta meningkatkan pelayanan kepada konsumen secara lebih baik. Namun, dibalik itu persaingan juga memiliki sisi negatif salah satunya adalah tekanan yang berasal dari lingkungan kerja sehingga menimbulkan gangguan kecemasan seperti stres. Stres ini dapat berakibat pada penurunan semangat kerja para karyawan sehingga kuliatas kerja mereka ikut menurun. 

Menurut Robbins dan Judge konflik merupakan suatu proses yang dimulai ketika satu pihak merasa bahwa pihak lain telah mempengaruhinya secara negatif pada sesuatu yang akan dilakukan atau menjadi perhatian si pihak pertama.  Dalam konflik menurut Robbins adanya dua orang yang berbeda pandangan sudah termasuk sebagai konflik, sehingga persaingan antar dua/lebih kelompok termasuk dalam pengertian konflik.

• TEKNIK MENGATASI AKIBAT NEGATIF DARI SAINGAN

Kunci dasar dari mengurangi akibat negatif dari saingan adalah dengan dicapainya tujuan bersama yang dapat diterima oleh kelompok-kelompok yang bersaing dan melancarkan komunikasi antar kelompok. Schein ( 1980 ) mengajukan beberapa teknik dalam mengatasi akibat negatif dari saingan diantaranya :

1. Menemukan musuh bersama

Adanya teori identitas yang diajukan oleh Fincham dan Rhodes ( 1998 ) menyatakan bahwa para tenaga kerja bagian penjualan dan produksi memperoleh identitas mereka dari bagian masing-masing. Dengan memberikan mereka musuh bersama, mereka memperoleh identitas mereka dari perusahaan sebagai tenaga kerja dari suatu perusahaan ( misalnya Perusahaan Y ) dan identitas mereka bukan lagi sebagai tenaga kerja bagian penjualan dan bagian produksi. 

2. Pemimpin atau subkelompok dari kelompok-kelompok yang bersaing dibawa berinteraksi

Pemimpin atau wakil dari kelompok-kelompok yang bersaing memiliki wewenang atas kelompok mereka.  Adanya interaksi dan perundingan antar pemimpin atau subkelompok dari kelompok-kelompok yang bersaing bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama dan tujuan kompromi.

3. Menemukan tujuan yang mencakup ( superordinate )

Agar tujuannya tercapai, kelompok bersaing harus saling bekerja sama. Contohnya jika suatu perusahaan ingin membuat produk berupa pakaian murah dengan sasaran pasarnya adalah toko-toko dipinggir jalan. Maka harus terjalin kerja sama antara bagian produksi dan bagian penjualan demi mencapai tujuan bersama ( bukan tujuan masing-masing kelompok ).

4. Pelatihan antar kelompok melalui penghayatan-pengalaman ( experiential inter group training )

Dalam teknik ini, para kelompok yang bersaing dikumpulkan dan diminta untuk mengkaji perilaku mereka sendiri. Lalu masing-masing kelompok menulis persepsi tentang mereka sendiri dan persepsi mereka tentang kelompok lain. Kemudian hasil dari kelompok-kelompok tersebut dibahas lebih lanjut. Persepsi yang keliru dihilangkan dan hubungan di masa depan ditentukan bersama.


Senin, 23 September 2019

ORGANISASI DAN KELOMPOK KERJA

Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri. Dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya orang-orang akan saling berhubungan satu sama lain dalam suatu kelompok. Kelompok tersebut dinamakan kelompok sosial. Kelompok sosial atau group merupakan kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, terdiri dari dua individu atau lebih yang saling bergantung dan berhubungan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kelompok akan dikatakan kelompok jika memenuhi persyaratan diantaranya adalah adaya kesadaran dari setiap anggota kelompok bahwa ia merupakan bagian dari kelompok, adanya hubungan timbal balik antara anggota satu dengan yang lainnya, adanya suatu faktor besama yang menjadikan hubungan bertambah erat ( ideologi, tujuan yang sama, dll ), adanya struktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku bersistem dan berproses.

Seiring berjalannya tahun kita mulai memasuki kelompok sosial yang baru. Saat kita memasuki bangku sekolah maka kita akan berada pada kelompok sekolah/pelajar, setelah lulus dan menjadi mahasiswa kita berada pada lingkup kelompok mahasiswa, setelah bekerja kita kembali memulai lingkup baru di kelompok kerja.
Dari adanya kelompok-kelompok kerja maka akan memunculkan terbentuknya organisasi kerja atau organisasi industri. Organisasi merupakan sebuah wadah tempat berkumpulnya sekelompok orang yang bekerja sama secara rasional dan sistematis dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi industri terdiri dari kelopok-kelompok kerja yang berkaitan satu sama lain.

Proses terbentuknya organisasi industri dibagi menjadi dua cara, yaitu dengan perencanaan dan tanpa perencanaan. Proses terbentuknya organisasi industri dengan perencanaan adalah suatu proses pembangunan organisasi indutri dengan menyiapkan hal-hal seperti uang, peralatan, dan tempat, serta visi misi yang jelas dan terencana.  Contohnya, seorang pengusaha ingin membangun sebuah restoran makanan cepat saji. Beliau pun sudah menyiapkan banyak hal mulai dari dana, pekerja bangunan, peralatan, dan lokasi, serta motto/visi misi restoran yang akan dibangunnya jauh-jauh hari. Sedangkan Proses terbentuknya organisasi industri tanpa perencanaan adalah suatu proses pembangunan organisasi industri tanpa kesengajaan dan tidak terncana. Contohnya, Kak Lia yang hobi melukis baik itu di kanvas, sepatu, dan objek-objek lain sering mengunggah hasil karyanya di instagram. Lama-kelamaan followers di akun insatgramnya semakin banyak, dan tak jarang ia menerima pesanan dari orang-orang yang ingin membeli lukisannya. Dari situlah ia memulai usaha melukisnya sedikit demi sedikit.

Kelompok dibagi menjadi dua berdasarkan sifatnya :

1. Kelompok formal ( formal group )

Kelompok formal merupakan kelompok yang penugasan anggota-anggotanya ditetapkan berdasarkan struktur organisasi untuk meraih tujuan-tujuan organisasi.

- Kelompok komando ( command group )

Kelompok komando biasanya ditentukan oleh bagan organisasi dimana individu-individunya mengikuti garis komando dengan jelas, seperti bawahan yang mengikuti perintah atasannya.

- Kelompok tugas ( task group )

Kelompok tugas terdiri dari individu-individu yang bekerjasama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh organisasi.


2. Kelompok informal ( informal group )

Kelompok informal merupakan kelompok yang terbentuk secara alamiah sebagai tanggapan atas kebutuhan kontak sosial, dan tidak memiliki struktur organisasi secara formal

Berdasarkan asal para anggotanya, kelompok informal dibagi menjadi :

- Kelompok informal klik mendatar ( horizontal clique )

Kelompok klik mendatar berasal dari anggota-anggota dari satuan kerja yang sama atau berbeda dengan bidang atau tingkat organisasi yang sama.

- Kelompok klik tegak ( vertical clique )

Kelompok klik tegak berasal dari anggota-anggota dengan tingkat organisasi yang berbeda.

- Kelompok klik acak ( random clique )

Kelompok klik acak berasal dari anggota-anggota dari satuan kerja yang sama atau berbeda dengan bidang atau tingkat organisasi yang sama atau berbeda.

Sedangkan berdasarkan alasan menjadi anggotanya, kelompok informal dibagi menjadi

- Kelompok sesuai minat atau dengan kepentingan yang sama ( interest group )

Kelompok yang terbentuk karena adanya minat yang sama diantara individu-individu ( seperti hobi ), atau karena adanya kepentingan yang sama satu sama lain.

- Kelempok persahabatan ( friendship group )

Kelompok yang terbentuk karena jalinan ikatan yang kuat, saling tertarik, serta merasa cocok dengan ciri dan sifat masing-masing.

sumber : https://dosenpsikologi.com/psikologi-industri-dan-organisasi

http://sumberilmupsikologi.blogspot.com/2015/06/organisasi-dan-kelompok-kerja.html



Sabtu, 21 September 2019

BEDA AGAMA DAN ILMU PENGETAHUAN, TANGGANPAN PADA ORANG YANG TAK BERAGAMA, MENGAPA HARUS KITA BERAGAMA, USAHA MENJAGA KEBERISLAMAN


1. Dapatkah manusia mencari Tuhan dengan sendirinya..
2. Apa beda agama dan pengetahuan
3. Bagaiman tanggapan anda pada seseorang yang menyatakan mereka yang tak beragama hidupnya sejahteran..
4. mengapa kita harus beragama..
5. Apa Usaha anda menjaga keberislaman..

 Jawaban

11).       Menurut saya tidak, karena manusia perlu dibimbing oleh orang yang lebih berilmu dan beragama untuk mencari Tuhannya.

22).       -      Agama berisi hal-hal yang pasti dan benar terjadi, sedangkan ilmu pengetahuan cenderung berubah-ubah sesuai perkembangan zaman
-          Agama menjadi bekal untuk dunia dan akhirat, sedangkan ilmu pengetahuan hanya untuk dunia
-          Agama selain membahas alam semesta juga membahas sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal supranatural (tidak logis), sedangkan ilmu pengetahuan membahas sesuatu secara logika manusia.

33).       Menurut saya walaupun mereka ( yang tidak beragama ) hidup sejahtera, namun hal itu hanya sebatas pada dunia saja. Orang yang tidak beragama cenderung tidak punya tujuan lain selain meraih kesuksesan di dunia. Dunia adalah fana yang berarti suatu saat nanti akan rusak. Hal seperti kekayaan dunia tidak akan dibawa mati. Oleh karena itu diperlukannya agama untuk membimbing manusia mencapai tujuan yaitu sukses di dunia dan akhirat.

44).       -      Sebagai identitas
-          Karena manusia adalah makhluk yang lemah sehingga membutuhkan sandaraan ( Allah SWT ) untuk menjamin sesuatu.
-          Banyak kesalahpahaman dan tuduhan, sehingga dalam hal ini agama dapat dijadikan pegangan.
-          Karena hidup akan berakhir, sehingga kita tidak hanya mencapai tujuan di dunia saja tapi juga akhirat.

55).       -      Menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangannya.
-          Melaksanakan rukun islam dan mengimani rukun iman.
-          Melakukan sesuatu sesuatu sesuai yang dianjurkan dalam hadits dan sunnah nabi.


BUKTI KEBER-AGAMAAN SESEORANG


Bukti keberagamaan seseorang dapat dilihat apabila seseorang tersebut memiliki adanya tiga persoalan pokok dalam agama antara lain :

a.      Keyaqinan (Credial) keyaqinan tentang adanya kekuatan supra natural yang diyaqini mengatur alam semesta. Misalnya dalam agama islam adanya keyaqinan Bahwa Allah SWT adalah yang mengatur seluruh alam semesta dan seisinya.

b.      Peribadatan ( Ritual ) tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan kekuatan supra natural tersebut. Misalnya dalam agama islam adanya kewajiban ibadah (sholat) untuk mendapatkan pahala agar kelak selamat di dunia dan akhirat.

c.       Sistem Nilai yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya atau hubungan manusia dengan alam sekitar. Misalnya dalam agama islam kita diajarkan untuk membayar zakat untuk menolong saudara yang kurang mampu, dan menjaga kebersihan lingkungan karena kebersihan adalah sebagian dari iman.

Jumat, 20 September 2019

KUNCI SUKSES DALAM BISNIS


Menurut saya kunci sukses dalam bisnis adalah :

1.       Siap dan berani bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya, karena dengan berani bertanggung jawab pebisnis akan belajar dari kesalahan-kesalahan saat salah mengambil keputusan sehingga pebisni nanti bisa menetukan langkah yang tepat.

2.       Memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, karena dengan pengetahuan dan wawasan yang luas pebisnis dapat menentukan langkah yang tepat untuk memulai bisnis dan mampu menganalisis perkembangan pasar dalam masyarakat.

3.       Mampu berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman, karena zaman terus berkembang maka seorang pebisnis dituntut untuk dapat berinovasi sesuai apa yang dibutuhkan masyarakat zaman sekarang.

4.       Memiliki sikap pantang menyerah, karena setiap pebisinis pasti akan ada fase dimana ia gagal tetapi dengan sikap pantang menyerah seorang pebisinis akan  belajar dari kesalahan dan terus berusaha menciptakan hasil terbaik sehingga kelak pebisinis tersebut bisa sukses.

5.       Berani bersaing, karena dengan berani bersaing seorang pebisnis akan bejuang mati-matian menciptakan hasil terbaik untuk masyarakat agar bisa menjadi pemenang.

6.       Memiliki tujuan yang jelas, karena tujuan dalam bisnis sangat penting sehingga pebisinis mampu berorientasi pada tujuan tersebut, dan menjadi pegangan dan motivasi dalam berbisnis.

7.       Bersikap rendah hati, karena dengan rendah hati pebisinis tidak akan mudah puas dengan hasilnya saat ini dan terus mengembangkan inovasi dan haus akan pengetahuan.